Pemilihan Umum Calon Presiden BEM ITS dan LM ITS 2007

May 25th, 2007 by bem-its

Saudaraku se almamater,
Pemilihan Umum Presiden BEM ITS dan LM ITS sudah di depan mata,
partisipasi aktif dalam mengembangkan organisasi kemahasiswaan ada di tangan kita.

Calon Presiden :
1. Nur Cholis Dwi Saputro (Teknik Mesin 2004),
2. Agra Nurullah Ahmad (Desain Produk 2004), dan
3. Nurvan Indra Praja (Teknik Informatika 2004)

Ingat Jadwal Coblosan
Hari/Tanggal : Senin-Selasa/28-29 Mei 2007
Tempat : Masing-masing TPS di setiap
distrik/Jurusan

Gunakan hak pilih anda untuk menentukan
kemajuan kemahasiswaan ITS.

Terima kasih.
Tolong disebarkan


Badan Eksekutif Mahasiswa ITS
Gedung L.102
Kampus Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS)
Surabaya 60111

BEM ITS mengadakan Penggalangan Dana untuk Banjir Aceh

January 4th, 2007 by bem-its

BEM ITS (Badan EKsekutif Mahasiswa ITS) bersama JMMI dan FKMTR (Forum Komunikasi Mahasiswa Tanah Rencong) yang di Surabaya akan mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana banjir Aceh.

Teman2 yang mau ikut silahkan jadwal dan tempat adalah sebagai berikut :

Hari Jumat tanggal 5 Januari 2006

tempat di perempatan Hanamasa atau Hotel sahid yang jelas Jalan nya Jalan Gubeng Raya

pukul 13.00 sampai selesai…

Setitik bantuan sebesar nikmat buat saudara-saudara kita di Aceh..

Akrab 2006, Meriah Meskipun Sedikit Peserta (ITS Online)

December 27th, 2006 by bem-its

ntuk lebih menjalin keakraban civitas akademi ITS,
Departemen Hubungan Masyarakat (Humas) BEM ITS mengadakan acara Akrab
2006 pada Minggu(23/12) pagi di Lapangan Perpustakaan ITS. Akrab 2006
terdiri dari berbagai rangkaian acara yang menarik, sayangnya peserta
yang hadir tidak memenuhi target.

Lapangan Perpus,ITS Online
- Minggu (23/12) pagi di Lapangan Depan Perpustakaan Pusat ITS
berlangsung acara Akrab 2006. Acara yang baru diadakan pada tahun ini
oleh Departemen Hubungan Masyarakat (Humas) BEM ITS berlangsung meriah
meskipun peserta yang hadir tidak lebih dari 200 orang. Beberapa
kegiatan yang digelar antara lain jalan sehat, bazar Himpunan Mahasiswa
Jurusan (HMJ), lomba balap klompen, lomba tarik tambang, puzzle raksasa, pembagian door prize, pelepasan balon mimpi, dan makan tumpeng bersama.

Akrab
2006 yang telah direncanakan sejak bulan September 2006, merupakan
kelanjutan dari acara Integralistik Workshop (IW) yang juga merupakan
program kerja dari Departemen Humas BEM ITS. “IW bertujuan untuk
mengakrabkan mahasiswa baru, sedangkan Akrab 2006 mengakrabkan baik
mahasiswa baru, mahasiswa lama, dan semua elemen di ITS, termasuk warga
sekitar ITS,” ujar Rusman Hidayat, Ketua Panitia Akrab 2006.

Sayangnya
acara yang bertujuan untuk mengakrabkan dan menjalin silaturahmi warga
ITS itu sepi peminat karena diadakan pada minggu tenang. Minggu tenang
selama satu minggu ini memang dimanfaatkan mahasiswa untuk pulang ke
daerah masing-masing. Sehingga peserta yang hadir tidak lebih dari 200
orang. Para dosen dan undangan lainnya juga nampak tidak hadir dalam
acara tersebut.

Presiden BEM ITS, Detak Yan Pratama, membuka
acara Akrab 2006 dengan memberangkatkan peserta jalan sehat
mengelilingi Kampus ITS pada pukul 06.30 WIB. Dilanjutkan dengan Lomba
Balap Klompen, dimana satu klompen diisi oleh empat orang mahasiswa
yang berbeda jurusan, sehingga mereka dapat saling mengenal dan
mengakrabkan antar jurusan.

Lomba Tarik Tambang juga tidak kalah
seru dengan satu tim yang terdiri dari perwakilan mahasiswa beberapa
jurusan dalam satu fakultas. Lomba yang bertujuan mengakrabkan antar
fakultas tersebut dimenangkan oleh Fakultas Teknik Industri (FTI),
disusul oleh Fakultas Teknik Kelautan (FTK), dan Fakultas Teknik Sipil
dan Perencanaan (FTSP).

Dilanjutkan dengan penyusunan Puzzle Raksasa oleh perwakilan setiap jurusan sehingga membentuk tulisan Akrab 2006. Kepingan puzzle yang
sudah diberi pola, dikirimkan ke setiap HMJ seminggu sebelum acara.
Tujuannnya agar HMJ menghiasi kepingan puzzle yang sudah berpola dengan
ciri khas jurusan, baik warna maupun lambang dengan tidak menghilangkan
pola yang ada.

Suasana menjadi semakin meriah saat pelepasan
Balon Mimpi. Peserta berebut menuliskan impian-impiannya diatas kain
putih bertuliskan Akrab 2006. “Semoga IP saya bisa lebih dari tiga,”
ujar salah seorang peserta sambil menuliskan impiannya tersebut diatas
kain. Selanjutnya kain tersebut diikatkan pada 500 buah balon berwarna
putih dan biru, lalu dilepaskan ke udara.

Selama berlangsungnya
acara peserta dihibur dengan musik Anak Jalanan dari Terminal
Bungurasih yang menyebut diri mereka Group Penurun Darah Tinggi
(PEDATI). Selain menyuguhkan beberapa lagu, mereka juga sukses mengocok
perut para peserta dengan humor yang dilontarkan.

Akrab 2006
ditutup dengan pengundian door prize utama berupa sebuah handphone dan
sebuah sepeda gunung. Setelah itu peserta dipersilahkan untuk menikmati
tumpeng yang merupakan sumbangan dari setiap fakultas.(m4/ftr)

berita lebih lanjut dan komentar ttg artikel ini dapat di klik ke http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=3321

Wanita Tak Boleh Melupakan Kodratnya (ITS Online)

December 23rd, 2006 by bem-its

23 Desember 2006 13:57:55
S
eorang wanita, dalam keadaan apapun memang harus menjadi inspirator bagi yang lain. Namun, wanita juga tidak boleh melupakan kodratnya. Itulah yang ditekankan Asianti Oetojo, Kepala Badan Pengelola Data Elektronik Jawa Timur, Jumat (22/12), dalam acara Woman Inspiring. Acara yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini dalam rangka memperingati hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember. Acara yang bertempat di Gedung Rektorat ini dihadiri puluhan mahasiswi ITS.

Rektorat, ITS Online - Menurut Asianti Oetojo, wanita hendaknya dapat menjadi inspirasi tanpa melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu. "Selain itu, wanita juga harus punya banyak pengalaman, seringlah menambah ilmu serta harus punya strategi agar bisa menutupi kekurangan diri dan kematangan emosional," ungkap Kepala Badan Pengelola Data Elektronik Jawa Timur (BPDE) ini.

Selanjutnya, Asianti menyampaikan kiat suksesnya menjadi wanita karier."Wanita hendaknya selalu sehat, tetap menjadi perempuan yang tidak perlu menyaingi kaum lelaki, tetapi bekerja sama dengan mereka. Namun, harus ada batasannya. Selain itu, kita harus bisa bersosialisasi dengan yang lain," paparnya.

Sementara itu, pembicara lain, Ida Ferdinandes menambahkan, di dunia ini apapun yang telah dipilih, tak ada kata main-main dan sungguh-sungguh full comitmen."Kita harus menjadi diri sendiri dan tidak boleh berpura-pura. Jadilah perempuan dengan otak laki-laki yang juga tidak memaksakan kehendaknya kepada orang lain," kata alumni mahasiswi pertama di jurusan Teknik Elektro ini.

Ida juga menuturkan, dalam kehidupan rumah tangga, bagi wanita karier juga tidak boleh melupakan kewajiban sebagai isteri dan ibu. "Kita juga harus memberikan service yang baik bagi keluarga, sehingga keluarga tidak merasakan kehilangan kita," papar wanita yang sudah berusia 65 tahun ini.

Yang unik dalam acara yang digelar dalam rangka Hari Ibu ini, panitia yang tampil semuanya adalah laki-laki. "Hal ini dimaksudkan, kaum lelaki menghormati hari besar wanita. Karena jasa seorang perempuan amatlah luar biasa, " komentar Diana ketua panitia acara. (m8/th@)

ITS’ INSPIRING WOMAN

December 20th, 2006 by bem-its

ITS’ INSPIRING WOMAN

 

seminar yg diadakan dlm rangka memeriahkan hari Ibu yg jatuh
pada tgl 22 desember 2006.

 

Menghadirkan wanita-wanita lulusan ITS yg telah berhasil
dalam karier-nya..

(Listnya ada di bawah)

 

yang akan berbagi
Rahasia kesuksesan mereka..

 

Fee : 20.000

Fasilitas: Snack,
drink,handback cantik, seminar kit, note,bolpoint,sertifikat..

 

Full of DoorPrice!!!!

dan lagi acara
ini bener2 cewe bgt..

 

Pembicara :

Ibu Hermin
Sarengat (Direktur General Electric Indonesia) *

Ibu Ida
Ferdinandus (Direktur beberapa perusahaan2 swasta/ Mantan Dirut Guna ELektro)

Bu Choiriana
(salah satu manager telkom DIVRE V Jawa Timur)*

Ibu Asianti
Oetojo ( Kepala BPDE-Badan Pengelola Data Elektronik Jawa Timur)

Ibu Nuraini
(Kepala bagian Air BErsih Dinas PU Jawa Timur)

Ibu Henny (Dosen
ITS, Istri dari mantan orang nomor satu di Angkatan Laut/KSAL Laksamana Bernand
Ken Sondakh)*

Ibu Prof. Dr. Ir.
Nur Endah (Pembantu Rektor ITS)*

Ibu Retno
Hastijanti (Kajur Arsitektur Untag)

Ibu Hesti (WBI
ITS)

Ibu Handayani
(Profesor, dosen Informatika ITS)

dan masih banyak
lagi lainnya..

 

kapan lagi mau
ikutan seminar yg

penerima tamunya cowo2..

yang bagiin makanan juga cowo2..

hehe..

 

Pendaftaran di Sekretariat
BEM ITS, Gedung L.102 Kantin ITS

Atau Hubungi

CP : Diana :
085648133422

 

Info Terbaru :
tempat terbatas … cuman 150 orang loh…. ayo… datang ajak teman2..
cewek…

BEM Siapkan ITS Bakti Sekolah (dari ITS Online)

December 20th, 2006 by bem-its

19 Desember 2006 16:01:10

Satu
lagi kepedulian sosial yang akan dilakukan BEM ITS. Selain membentuk
Sekolah Rakyat, BEM juga tengah menyiapkan ITS Bakti Sekolah. Kegiatan
ini merupakan rangkaian dari PIMITS 10 yang akan diselenggarakan 19
Februari hingga 4 Maret 2007 mendatang. Kegiatan yang bertajuk bedah
sekolah ini akan dilaksanakan di dua sekolah, yakni di Kenjeran dan
Medokan Semampir.
BEM ITS, ITS Online
- Dua sekolah yang akan mendapatkan bantuan renovasi adalah SD Kyai
Tambak Deres, Kenjeran dan SD Al-Falah, Medokan Semampir. Menurut
survey yang dilakukan oleh panitia, kedua sekolah tersebut layak
mendapatkan bantuan renovasi karena memenuhi kriteria yang ditetapkan
panitia dan Ikatan Alumni(IKA) ITS, selaku donatur utama.

"Dua
sekolah yang dipilih tersebut telah memenuhi kriteria yang ditetapkan,
yaitu ruang kelas yang tidak nyaman, estetika kurang, kondisi gedung
sudah rapuh, atap rusak, sarana dan prasarana yang kurang memadai,
serta kamar mandi yang tidak sehat," ujar Yogi Pramadhika, ketua
pelaksana ITS Bakti Sekolah kepada ITS Online, Selasa (19/12), di
sekretariar BEM ITS.

Karena perbaikan akan dilakukan pada musim
hujan, kegiatan ini lebih ditekankan pada pembangunan atap dan jendela
agar layak huni. Dalam kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan renovasi
sekolah, tapi juga pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu
serta penghargaan bagi guru teladan.

Pemberian beasiswa
diberikan kepada siswa yang tidak mampu, dengan rincian setiap sekolah
diambil dua anak untuk diberi beasiswa. "Masing -masing anak akan
diberikan lima ratus ribu rupiah", terang Yogi. Dalam kesempatan
tersebut Yogi juga mengucapkan terima kasih kepada dua orang alumni ITS
yang telah banyak membantu acara tersebut. "Terima kasih atas bantuan
Ibu Nuraini dan Ibu Handayani, beliau alumni Teknik Informatika. Semoga
Allah memberikan yang lebih baik atas segala bantuan dan amal ibu,"
pungkas Yogi.(m2/jie)

Bingung Bahasa, Ajak Penerjemah Mahasiswa (dari ITS Online)

December 20th, 2006 by bem-its

20 Desember 2006 14:18:42

Minggu
(17/12) kemarin, BEM ITS mengadakan Pengobatan Gratis di Desa Jangkong,
kecamatan Batang-batang, Sumenep Madura. Acara ini termasuk rangkaian
kegiatan Ocean Week 2. Yang Unik, tim medis harus didampingi penerjemah
bahasa, karena sebagian besar warga desa Jangkong ternyata tak bisa
berbahasa Indonesia.

Madura, ITS Online
- Melanjutkan kesuksesan pengobatan gratis yang digelar tahun lalu di
Kenjeran, kali ini Ocean Week 2 mengadakannya di desa Jangkong,
Batang-batang, Sumenep-Madura, Minggu (17/12). Yang unik, kegiatan yang
berlangsung di Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Desa Jangkong ini,
dibawakan dalam Bahasa Madura. Presentasi dari sponsor produk minuman
pun harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Madura.

Sebagai
informasi, 65 persen warga desa ini bermata pencaharian sebagai petani
dan nelayan yang termasuk keluarga miskin (Gakin). Data tersebut
diperoleh setelah panitia mensurvei ke Badan Pusat Statistik (BPS) dan
Dinas Kesehatan kabupaten Sumenep. ”Satu bulan sebelum acara, kami
sudah berkunjung ke rumah kepala desa dan beliau menyambut dengan baik
diadakannya kegiatan pengobatan gratis ini,” ujar Berry Noveriyanto,
ketua panitia Pengobatan Gratis. Sambutan baik itu dibuktikan kesediaan
Kepala Desa dalam mempublikasikan dan membagikan kupon Pengobatan
Gratis kepada warganya.

Karena desa ini terletak di daerah
pesisir terpencil, yang sebagian besar warganya tidak bisa berbahasa
Indonesia. Sehingga, tujuh orang tim medis dari Bulan Sabit Merah
Indonesia (BSMI) harus didampingi penerjemah bahasa. “Awalnya kami
merasa kesulitan, tapi lama kelamaan jadi terbiasa, malah sekarang kami
sudah mulai bisa berbicara dalam Bahasa Madura,” ujar salah satu tim
medis. Panitia memang tak kesulitan mencari penerjemah, sebab beberapa
panitia fasih berbahasa Madura. Ini dilakukan agar yang mengobati
mengerti penyakit apa yang diderita pasien. Selain mendampingi tim
medis, penerjemah juga harus berada di Loket pendaftaran dan ruang obat.

Namun,
Miss komunikasi sempat terjadi antara warga Jangkong dengan panitia.
Mereka kebingungan menanyakan keluhan sakit yang diderita. Panitia yang
berasal dari Madura sangat terbatas. Kemampuan berbahasa Indonesia yang
terbatas dimiliki beberapa orang saja cukup membuat panitia kewalahan.
Bahkan, panitia yang asli dari Madura pun tidak begitu lancar
berkomunikasi karena warga menggunakan bahasa Madura yang halus.

Acara
kali ini terbilang cukup sukses. Dengan hanya menghabiskan dana sekitar
3 juta, kegiatan ini mampu melayani lebih dari 200 warga desa. Tujuan
diadakannya acara yang bertemakan Membangun Bangsa Yang Kuat, melalui
Pola Hidup Sehat Masyarakat Pesisir ini, ditujukan membantu masyarakat
miskin di daerah pesisir yang merasa kesulitan biaya berobat dan
membeli obat. (m2/m4/th@)

IECC School Targetkan Lulus UNAS (ITS Online)

December 17th, 2006 by bem-its

16 Desember 2006 07:11:01

<br />

Dalam rangka mewujudkan misinya untuk turut serta mencerdaskan warga
lingkungan kampus, ITS Education Care Center (IECC) menyelenggarakan
bimbingan belajar persiapan ujian nasional. Kegiatan yang bernama IECC
School ini dilaksanakan rutin tiap minggu dan melibatkan ratusan siswa
SD, SMP, juga SMA.

Keputih; ITS-Online -
Sabtu (17/12) kemarin, ada pemandangan menarik di
serambi masjid SMA Yapita, Keputih. Di sana nampak puluhan siswa duduk
rapi membentuk kelompok-kelompok, seperti kelompok mentoring di masjid
ITS. Sesekali terdengar suara riuh sorak-sorai siswa dari salah satu
kelompok tersebut. Ya, siswa-siswa itu adalah peserta IECC School yang
sedang asyik melakukan diskusi membahas soal salah satu mata pelajaran
Ujian Nasional (UNAS).

IECC School merupakan program kegiatan
yang bertujuan melakukan bimbingan pembelajaran pra UNAS. Prohram ini
khusus memberikan bantuan bimbingan belajar bagi mereka yang memiliki
kesulitan khususnya pada mata pelajaran UNAS.

IECC School ini
memang ditujukan bagi mereka siswa-siswi di sekitar wilayah kampus ITS
saja. “Salah satu misi kita di sini adalah turut serta mencerdaskan temen-temen
di sekitar kampus yang katakanlah masih memiliki kemampuan yang kurang,
khususnya pada mata pelajaran UNAS. Selain itu juga untuk memberdayakan
teman-teman di kampus yang memiliki kemampuan akademis ok,”tutur Hermi Ria Harmonis, salah seorang koordinator IECC School.

Dalam
pelaksanaan program ini, IECC menfokuskan diri pada tiga sekolah di
Keputih, yakni SD Kejawan Putih II, SMP Yapita, dan SMA Yapita.”Dalam
hal ini kita juga mendapat kritikan-kritikan mengapa kok  tidak fokus ke satu sekolah saja dulu, program ini kan masih baru. Tapi, saya rasa itu nggak mengapa. Kalau kita bisa mengapa tidak?,”ujar Andi Irwansyah, Ketua IECC 2006-2007.

Lebih
lanjut, IECC School tidak membebani peserta dengan memberi target yang
harus dicapai pada UNAS nanti. Target utama yang dikejar adalah cukup
lulus UNAS. ”Kalau bisa sih kita ingin mereka tak hanya lulus UNAS tapi
juga SPMB. Tapi itu dapat ditindak lanjuti nanti jika pada tahap awal
ini kita sukses,” tegas Andi.

Dari pihak siswa sendiri ternyata mereka merasa sangat  terbantu dengan adanya program ini.“Wah, seneng banget ada program seperti ini. Kan
lumayan tiap minggu bisa belajar dengan kakak-kakaknya. Selain itu,
motivasi untuk untuk selalu rajin belajar juga bisa tetap terjaga,”
ungkap Yahmi, salah satu siswi kelas 3 IPA SMA Yapita.(m3/jie)

Seminar Enterpreneurship Bagi Mahasiswa (dari ITS Online)

December 17th, 2006 by bem-its

16 Desember 2006 07:01:22

<br />

Divisi Enterpreneurship (Divent) BEM ITS
bekerjasama dengan Kamar Dagang dan industri (Kadin) mengadakan seminar
entrepreneurship mahasiswa yang bertajuk “From Campus To Be An
Enterpreneurship” Sabtu (16/12) kemarin . Acara ini menghadirkan empat
orang pembicara yang merupakan entrepreneur yang sukses. Istimewanya,
keempat entrepreneur yang dihadirkan adalah alumni ITS.

Gedung Pascasarjana, ITS Online -
Mengambil tema yang cukup unik, From Campus To Be
An Enterpreneurship, Divent mencoba membangkitkan semangat para
mahasiswa ITS untuk memiliki jiwa entrepreneurship. “Kami melihat
banyak mahasiswa ITS yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang
entrepreneur,” ujar Rudy, salah satu panitia. Perkataan Rudy dibuktikan
dengan 400 buah tiket yang disediakan panitia habis terjual. Bahkan,
acara yang diadakan di Gedung Pascasarjana ITS ini juga tercatat
diikuti oleh berbagai mahasiswa dari beberapa universitas di Surabaya.

Ruang
auditorium di Gedung Pascasarjana yang penuh dengan mahasiswa pun
menjadi lengkap dengan hadirnya empat orang pembicara yang mewakili
praktisi di dalam dunia bisnis. Keempat orang tersebut adalah Faisol,
seorang pebisnis di bidang properti, Henky Eko Sriyantono, pemilik
franchise Bakso Malang Kota, Bagus Haryosuseno, Ketua Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, dan Don Rozano, seorang
konsultan bisnis.

Faisol sendiri didaulat untuk memberikan
materi pada sesi pertama dengan tema Mindset dan Sikap Enterpreneur.
Sedangkan tiga pembicara lainnya memberikan materi pada sesi kedua
dengan tema Success Story, Peluang Bisnis, dan Komunikasi. Antusiasme
mahasiswa diperlihatkan dengan banyaknya pertanyaan yang terlontar.
Antusiasme itu kembali terlihat saat diadakannya doorprize oleh panitia
untuk memperebutkan buku "Aku Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya"
karangan A’a Gym.

Perlunya Pola Pikir Enterpreneur

Dalam
menyampaikan materinya, seluruh pembicara mencoba untuk menyemangati
para peserta untuk tidak takut dalam memulai berbisnis. Dalam wawancara
terpisah Bagus Haryosuseno, Ketua HIPMI Jawa Timur yang juga seorang
pengusaha etanol yang sukses, megatakan bahwa selama ini banyak
mahasiswa yang takut memulai bisnis karena modal yang kecil. “Jangan
takut karena modal yang kecil karena yang dibutuhkan adalah keberanian
untuk memulai,” ujar Bagus yang juga Ketua Harley Davidson Club
Indonesia.

Bagus menambahkan bahwa yang diperlukan oleh
seorang entrepreneur adalah pola pikir bisnis, yaitu pola pikir yang
mampu melihat setiap peluang yang ada. Menurut Bagus, pola piki r itu
akan terbentuk ketika banyak informasi yang kita serap. ”Seorang
enterpreneur harus suka membeca, melihat, mendengar, dan jalan-jalan,”
ujar Bagus sembari tersenyum. (ap/jie)

Mahasiswa ITS Raih Penghargaan ‘Youth National Science and Technology’ (ITS Online)

December 15th, 2006 by bem-its

15 Desember 2006 17:58:52

Satu
lagi prestasi mahasiswa ITS ditorehkan di tingkat nasional. Kali ini
diraih oleh Dwi Ratnasari, mahasiswa semester VII Jurusan Teknik
Informatika. Rabu (13/12) lalu, ia terpilih satu dari lima orang pemuda
yang memperoleh Youth National Science and Technology Award dari
kementrian Pemuda dan Olahraga, dan ia satu-satunya perempuan yang
memperoleh penghargaan itu.
Kampus ITS, ITS Online
- Dari penghargaan itu, Dwi, demikian biasa dipanggil, memperoleh tropi
dan uang tunai sebesar Rp 10 juta. ”Hadiah ini antara lain akan saya
buat untuk mengembangkan apa yang telah saya kerjakan selama ini hingga
memperoleh penghargaan ini,” papar mahasiswi jurusan Teknik Informatika
angkatan 2003 ini.

Dwi berhasil menyisihkan 27 peserta lainnya dari seluruh Indonesia melalui software yang diciptakannya dalam membuat Iridosoft, perangkat lunak atau software pendeteksi kolesterol melalui citra iris mata dengan metode principle component analysis. Melalui software ini, maka akan dengan mudah seseorang terdeteksi kelebihan kadar kolesterol atau tidak, melalui analisis foto dari bola mata.

Software
ini memang masih butuh pengembangan lebih lanjut, karena saat ini baru
sampai pada tahap mendeteksi awal, apakah seseorang kelebihan
kolesterol atau tidak melalui pengolahan hasil foto bola mata,” ungkap
mahasiswi kelahiran, Ponorogo, 1 September 1985 ini.

Ke depan, imbuh Dwi, software
ini harus sudah bisa memastikan secara kuantitatif, seberapa kolesterol
seseorang yang melakukan pemeriksaan. ”Pada cara yang sederhana ini,
hasil foto bola mata atau iris bisa dianalisis dengan cara menyimpan
foto dalam format bmp, kemudian dimasukkan ke komputer pada software Iridosoft, kemudian dilakukan sigmentasi, filtering dan
analisis, kemudian diketahui apakah seseorang memiliki kadar kolesterol
berlebih atau tidak,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Diungkapkannya, validitas dari software
yang diciptakannya mencapai 75 persen. Artinya, memang masih
membutuhkan berbagai penyempurnaan. ”Dalam menganalisis hasil foto iris
mata untuk menentukan seseorang kelebihan kolesterol atau tidak adalah
dengan melihat lingkaran kolesterol yang mengelilingi iris mata, dimana
seseorang dapat disimpulkan memiliki kadar kolesterol berlebih manakala
pada lingkaran luar iris mata terdapat lingkaran putih buram padat,
yang merupakan lingkaran sodium,” jelas Dwi yang punya hobi menulis ini.

Dikatakan
Dwi, beberapa penyebab kesalahan pada proses segmentasi dikarenakan
nilai batas atas dan batas bawah radius mata kurang tepat, dan noise
berupa kelopak dan alis mata.

Menurut Pembantu Rektor III ITS,
Dr Ir Achmad Jazidie MEng, awalnya ada dua mahasiswa ITS yang masuk
nominasi untuk memperoleh penghargaan itu. “Setelah melalui penilaian
dan wawancara serta presentasi yang mereka bawakan, akhirnya hanya Dwi
Ratnasari-lah yang berhak mendapatkan penghargaan itu bersama empat
orang dari daerah lain,” tutur Jazidie. (humas/th@)